PERAN PERAWAT RSUD KUALA KURUN DALAM MELAYANI MASYARAKAT

RSUD Kuala Kurun – Peran seorang perawat sangat besar dalam membantu orang-orang yang tengah dirawat dan didalam manajemen pun perawat juga membantu.   Menjadi seorang perawat memang tidak mudah. Sabar, adalah hal mutlak yang harus Anda punya dan akan benar-benar diuji. Memang, tidak semua orang mampu menghadapi banyak klien yang berbeda-beda karakter.

Perawat    juga harus punya jiwa ramah, sesuai budaya lokal . Karena perawat merupakan orang yang juga berperan penting dalam kesembuhan klien.

Setiap perawat harus jadi panutan banyak orang. Tugasnya sangat mulia, apalagi harus mengedukasi masyarakat harus tetap hidup sehat. Tugas seorang perawat tidak hanya menyuntik, mengganti infus Klien, memberikan obat atau mencatat riwayat penyakit Klien.

tugas perawat punya banyak tantangan dalam bekerja, perawat tidak hanya sebagai patner  dokter atau tenaga ahli lainnya, tapi kaitannya langsung dengan klien yang sakit. Perawat seorang tenaga keperawatan yang membantu orang agar tetap sehat. Karena setiap harinya mereka mau melayani klien sakit dalam situasi apapun

seorang perawat bertugas siang-malam siaga membantu pasien yang bermalam di rumah sakit. Kesabarannya dalam membantu pasien tidaklah sedikit, apalagi saat menghadapi pasien yang merepotkan dirinya.

Oleh karena itu, tugas seorang perawat harus diapresiasi sebaik mungkin dan perawat dalam menjalankan tugasnya harus memiliki rasa peduli dan cinta kasih untuk melayani Klien. Perawat harus bekerja melayani Klien dan keluarga serta memberi dukungan yang baik.

Kasie Keperawatan RSUD Kuala Kurun Bapak RAHMAT TAMBUN, SKM, juga menyampaikan “Perawat jadi tulang punggung terdepan di rumah sakit, karena melayani klien, keluarga yang sakit agar menjadi sehat kembali sesuai dengan komitmen bersama melayani dengan sepenuh hati,”

Tugas perawat paling dominan dalam pelayanan dan pendampingan utama profesi dokter. Mereka juga harus membantu tenaga ahli lainnya atau menggantikan sementara saat kondisi darurat.

Karenanya, perawat harus menguasai ilmu keperawatan  sebelum menjadi tenaga kesehatan profesional ungkap beliau.

Sosialisasi Evaluasi Pelaksanaan Sistem Shift Absensi Elektronik RSUD Kuala Kurun

RSUD Kuala Kurun – Perkembangan zaman semakin maju sehingga berdampak juga pada canggihnya teknologi. Sistem yang dahulunya masih manual kini menjadi elektronik seperti pengelolaan sumber daya manusia di RSUD Kuala Kurun telah berubah menjadi sistem absensi elektronik. Adanya sistem absensi elektronik diharapakan mampu meningkatkan disiplin pegawai RSUD Kuala Kurun. Dampak dari penerapan absensi elektronik ini yaitu RSUD Kuala Kurun menjadi kondusif dan siap untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat dengan lebih baik sesuai dengan Motto “Rumah Sakit Berkualitas Disemua Lini Pelayanan”.

Kegiatan Survei Akreditasi Hari Kedua, bersama Wakil Bupati Gunung Mas mewakili Pemerintah Kab Gunung Mas sebagai pemilik RS dalam rangka Rencana Strategis Pengembangan RSUD Kuala Kurun kedepan.

Kegiatan Survei Akreditasi Hari Kedua, bersama Wakil Bupati Gunung Mas mewakili Pemerintah Kab Gunung Mas sebagai Pemilik RS dalam rangka Rencana Strategis Pengembangan RSUD Kuala Kurun kedepan, bersama Surveior, Direktur, Kasubbag Tata Usaha, Kasie Keperawatan, Kasie Pelayanan Medik dan Penunjang Medik, perwakilan Dokter dan Perencanaan dan hasil survei hari pertama untuk peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien serta Tata Kelola Rumah Sakit.

Acara Penyambutan dan Pembukaan Survei Akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun, tanggal 18 s.d 20 September 2019

Acara Penyambutan dan Pembukaan kegiatan Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas, Perwakilan Anggota DPRD Kab. Gunung Mas dan Seluruh undangan yang hadir serta seluruh pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun pada tanggal 18 September 2019.

Tim Surveior Akreditasi di Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun :

  1. dr. ELFIRA, MARS
  2. JOKO PRANANTO, S.Kep, Ners, M.Kes
  3. dr. SRI KUSUMO AMDANI, SpA. (K), Msc

KEGIATAN SENAM CUCI TANGAN SEKALIGUS PENANDATANGANAN DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH UNTUK KEGIATAN AKREDITASI RSUD KUALA KURUN 2019

Kegiatan Senam Cuci Tangan yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati serta seluruh pegawai SOPD di lingkup Kabupaten Gunung Mas lalu,  sekaligus menjadi moment penandatanganan spanduk dukungan Pemerintah daerah terhadap Kegiatan Survei Akreditasi  RSUD Kuala Kurun yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 September 2019 mendatang.

10000000_550738695666432_6008358255804892267_n

Kegiatan persiapan Akreditasi RSUD Kuala Kurun

Kegiatan Pegawai Rumah Sakit dalam rangka persiapan Akreditasi RSUD Kuala Kurun, gotong royong perbaikan fasilitas, membersihkan lingkungan RS, memperbaiki sarana dan prasarana dengan semangat melayani dengan Hati, sesuai dengan Motto Rumah Sakit “Kesembuhan dan Kepuasan Anda Adalah Tujuan Kami”.

 

Imunisasi MR Sangat Penting, Menkes: Tetap Dilaksanakan dan Kami Beri Kesempatan

Tiga hari lalu (3/8), Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek selaku pemimpin Kementerian Kesehatan didampingi Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Anung Sugihantono, telah bertemu dan berkonsultasi secara langsung dengan Pimpinan Majelis Ulama lndonesia (MUI) terkait permohonan fatwa tentang pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles dan Rubella (MR) Fase 2.

Pertemuan telah menyepakati bahwa Kementerian Kesehatan tetap melaksanakan Kampanye Imunisasi MR Fase 2 dalam kurun waktu dua bulan Agustus s.d. akhir September 2018) dalam kerangka perlindungan bagi masyarakat dari penyakit berbahaya.

Lanjutkan membaca “Imunisasi MR Sangat Penting, Menkes: Tetap Dilaksanakan dan Kami Beri Kesempatan”

HEPATITIS B PEMICU KANKER HATI

Agung Prasetya, Sp.PD RSUP dr. Kariadi

Sahabat sehat, taukah anda mengenai penyakit hepatitis atau sering disebut dengan peradagan hati? Penyakit hepatitis ternyata bukan hanya disebabkan oleh virus. Keracunan obat dan paparan berbagai macam zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zat-zat lain dalam industri modern bisa juga menyebabkan hepatitis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup, atau terserap melalui kulit penderita.

Lanjutkan membaca “HEPATITIS B PEMICU KANKER HATI”