FASILITAS WIFI/INTERNET GRATIS PADA RSUD KUALA KURUN

RSUD Kuala Kurun – Informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional. Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik. Keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap Penyelenggaraan Negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian kabupaten Gunung telah menempatkan Wifi gratis dibeberapa tempat fasilitas pelayanan publik salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun dimana Rumah Sakit sebagai salah satu tempat pelayanan publik di bidang Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat, ditemui terpisah Direktur RSUD Kuala Kurun dr. RINA SARI, M.M. juga menyampaikan “Kami mengharapkan layanan wifi gratis ini dapat dioptimalkan, bukan sekedar untuk mencari informasi melalui media sosial, tapi juga harus dapat memberikan dorongan kepada masyarakat untuk memanfaatkan internet dalam aktivitas ekonomi dan secara khusus tentang kesehatan”.

Internet gratis pada Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun dapat di akses melalui : DISKOMINFOSANTIK RSUD (pembuatnaskah : Epoivandi)

EVALUASI KINERJA PEGAWAI TIDAK TETAP (PTT) RSUD KUALA KURUN TAHUN 2019

RSUD Kuala Kurun – Merupakan agenda rutin setiap akhir tahun menjelang berakhirnya kontrak pegawai tidak tetap (PTT), evaluasi yang dilaksanakan oleh tim RSUD Kuala Kurun yang dipimpin oleh Bapak  Aprianus, S.Kep selaku Ketua Tim dan juga selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Materi evaluasi meliputi kedisiplinan, kerjasama, attitude (sikap), performance (penampilan) dan hal yang lainnya yang berkaitan dengan tugas dan kewajiban Pegawai Tidak tetap (PTT) selama Tahun 2019.

Hasil evaluasi akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan Perpanjangan Kontrak ditahun selanjutnya, bagi seluruh pegawai evaluasi dilakukan oleh Tim melalui tahapan dan ketentuan yang berlaku meliputi wawancara, tes tertulis dan praktek.

Direktur RSUD Kuala Kurun menegaskan bahwa “sudah ada kontrak bukan berarti terus menerus diperpanjang secara otomatis setiap tahun tetapi harus ada evaluasi kinerja setiap tahun untuk menentukan apakah Kontrak dapat diperpanjang atau tidak dan kegiatan ini jangan dianggap sebagai formalitas belaka tetapi memiliki manfaat dan nilai ungkit bagi Rumah Sakit sebagai Layanan Publik yang mengedepankan Mutu dan Keselamatan pasien”.

Diharapkan dengan evaluasi kinerja yang dilakukan didapatkan tenaga Pegawai Tidak tetap (PTT) yang memenuhi standar dan kualifikasi yang baik dan mampu memberikan kontribusi besar bagi instansi tempatnya bekerja ungkap beliau. (sumberRahmatTambun2019)

TIM BADAN PENGAWAS RUMAH SAKIT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH MELAKUKAN SOSIALISASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUALA KURUN

RSUD Kuala Kurun – Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRSP) Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diketuai oleh Bapak Dr. H. Bulkani, M.Pd melakukan kunjungan dan sosialisasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun Tanggal 21 November 2019 “Sosialisasi ini dalam rangka menyamakan persepsi dan pemahaman tentang seperti apa kedudukan serta tugas pokok dan fungsi BPRS”.

Kunjungan dan sosialisasi ini langsung didampingi oleh Direktur RSUD Kuala Kurun dr. RINA SARI, M.M, Kasie Yanmed, Kasi Keperawatan, Komite keperawatan dan seluruh kepala ruangan / Instalasi  RSUD Kuala Kurun.

Adapun Tim yang terdiri dari 5 orang ini berkunjung dalam rangka meningkatkan pembinaan dan pengawasan selaku BPRS wilayah Kalimantan tengah.

Dr. H. Bulkani, M.Pd selaku ketua rombongan  mengharapkan agar komplain tentang pelayanan yang masuk ke RS melalui  Komplain tertulis, medsos, ataupun layanan pengaduan dapat di selesaikan secara internal oleh pihak RS sendiri. Bisa kita lihat hasil survey Kecepatan Respon terhadap Komplain (KRK) yang ada di RS tahun lalu mencapai 100%. Jadi kesimpulannya RS bisa menyelesaikan permasalahannya secara mandiri,” ungkap beliau dalam sambutannya.

Tim BPRS juga sempat berkunjung ke ruangan perawatan penyakit dalam dan menjenguk beberapa pasien yang ada di sana.

Profil Tim Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Kalimantan Tengah.

Nama Jabatan Tipe Periode
Dr. H. Bulkani, M.Pd Ketua BPRS-P 2019-2023
dr. Tagor Sibarani Anggota BPRS-P 2019-2023
Natalansyah, S.Pd., M. Kes Anggota BPRS-P 2019-2023
dr. Sulistyaningsih, Sp.KK Anggota BPRS-P 2019-2023
dr. Yardi Nazar, M.Kes Anggota BPRS-P 2019-2023

(Sumber : Kasie Keperawatan_ RAHMAT TAMBUN, SKM)

RSUD KUALA KURUN MENDAPATKAN KUNJUNGAN KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Kuala Kurun – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr. Sayuti Samsul., MPPM. telah melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit Kuala Kurun. Kunjungan tersebut diterima oleh Direktur RSUD Kuala Kurun dr. Rina Sari, M.M. dan di dampingi oleh Kasi Yanmed dan Kasie Keperawatan.

Tujuan diadakannya Kunjungan  ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh secara keseluruhan kegiatan pelayanan & kepuasan pelanggan yang telah mendapatkan pelayanan di Rumah Sakit Kuala Kurun  baik rawat jalan maupun rawat inap. Adapun pesan yang disampaikan kepala dinas  Kesehatan Provinsi provinsi Kalimantan tengah diantaranya :

  1. Melakukan penguatan pembinaan terhadap tenaga kesehatan (Dokter, perawat, bidan dan tenaga Kesehatan lainya  agar dapat meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara berkesinambungan dan konsisten.
  2. Pembinaan diarahkan pada penguatan tata kelola institusi, tata kelola program dan tata kelola risiko dan keselamatan pasien, dan tata kelola mutu.
  3. Melakukan pembinaan  upaya peningkatan mutu dan akreditasi serta melakukan reformasi dan inovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, namun dengan tetap dalam koridor hukum.
  4. Menumbuhkan  suasana yang kondusif untuk membangun dan meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara berkesinambungan (Continous Quality Improvement) melalui akreditasi fasyankes, baik akreditasi Puskesmas, Rumah Sakit dan Laboratorium Kesehatan.

Demikan pesan yang disampaikan kepala Dinas kesehatan di akhir kunjungnnya ke RSUD Kuala Kurun pada hari Kamis, tanggal 21-11-2019.

 

(Sumber : Kasie Keperawatan : RAHMAT TAMBUN, SKM)

MANAJEMEN KOMPLAIN DALAM PELAYANAN PASIEN DAN KELUARGA DI RUMAH SAKIT UMUM DI RUMAH SAKIT KUALA KURUN by Pokja HPK

RSUD Kuala Kurun – Manajemen komplain penting bagi rumah sakit karena melalui komplain pasien dapat dijadikan sebagai informasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa manajemen komplain dalam pelayanan kesehatan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat di Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun. Pengumpulan data ditempuh melalui  pengamatan, yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Alasan terjadinya Komplain yaitu berupa :

  1. Ketidaktahuan
  2. Ketidakpastian
  3. Kesalahpahaman
  4. Ketidakpuasan
  5. Melanggar aturan yang dibuat RSUD Kuala Kurun

Hasil pengamatan ini menunjukan bahwa manajemen komplain di Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun belum menunjukan hasil yang belum sempurna. Hanya ada kotak saran dan no telpon sebagai alternativ menerima keluhan yang masuk secara tidak langsung, dan dalam penanganannya belum maksimal. Hal ini terbukti dari masih lambatnya pengelolaan serta tidak adanya penyampaian informasi dari rumah sakit kepada pasien bahwa keluhan yang masuk sudah ditangani.Yang menjadi faktor pendukung dalam manajemen komplain di Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun adalah adanya SOP dan fasilitas komplain. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah sumber daya manusia yang masih lemah dan sosialisasi tentang komplain yang belum maksimal berjalan.Kedepan setelah Akreditasi dan mendapatkan pengakuan dari komisi Akreditasi Rumah Sakit tahun 2019 mendapat penilaian Madya,dalam penangan Komplain banyak hal harus ditindak lanjuti baik itu fasilitas ,SDM,Penunjang dan lain- yang berhubungan Mutu Pelayanan Kepada Pasien serta keluarga.

1.Strategi menghadapi Komplain di RSUD Kuala Kurun

(sumber Pedoman HPK versi SNARS , RSUK KK)

  1. Dengarkan
    1. Biarkan pasien melepaskan kemarahannya. Cari fakta inti permasalahannya, jangan lupa bahwa pada tahap ini kita berurusan dengan perasaan dan emosi, bukan suatu yang rasional. Emosi selalu menutupi maksud pasien yang sesungguhnya.
    2. Dengarkan dengan empati, bayangkan kita berada dalam posisi pasien yang lelah, gelisah, sakit khawatir akan vonis dokter, dan lain-lain.
    3. Tatap mata pasien dan fokus, jauhkan semua hal yang merintangi konsentrasi kita pada pasien (telepon, terima tamu dan lain-lain)
    4. Ulangi setiap kata yang dikemukakan pasien, sebagai tanda kita benar-benar mendengarkan mereka.
  2. Berusaha sependapat dengan pasien dan keluarga.

Bukan berarti kita selalu membenarkan pasien/Keluarga, namun sebagai salah satu taktik meredakan marahnya pasien/keluarga, kita mencari poin-poin dalam pernyataan pasien yang bisa kita setujui. Misalnya, “Ya Pak, saya sependapat bahwa tidak seharusnya pasien menunggu lama untuk bisa mendapat kamar. Tapi saat ini kamar perawatan kami memang sedang penuh, kami berjanji akan mencarikan jalan keluarnya dan melaporkannya pada Bapak sesegera mungkin, “.

  1. Tetap tenang dan kuasai diri
    1. Ingatlah karakteristik pasien/Keluarga dirumah sakit adalah mereka yang sedang cemas, gelisah dan khawatir akan kondisi diri atau keluarganya, sehingga sangat bisa dimengerti bahwa dalam kondisi seperti itu seseorang cenderung bertindak emosional.
    2. Berhati-hati dengan nada suara, harus tetap rendah, positif dan menenangkan. Jangan terbawa oleh nada suara pasien yang cenderung tinggi dan cepat.
    3. Sampaikan informasi dengan sopan dan pelan-pelan.
    4. Tetap gunakan kata-kata hormat seperti silakan, terima kasih atas masukkannya, dan sebut pasien/keluarga dengan namanya.
  2. Mengakui kemarahan pasien.

Gunakan kata-kata seperti, “Saya mengerti kalau Ibu menjadi marah. Ibu benar.  Kalau saya jadi Ibu, mungkin saya juga akan marah. Saya berjanji hal seperti ini tidak akan terjadi lagi dikemudian hari”

  1. Permohonan maaf.
    1. Dalam rangka meredakan marah pasien/keluarga kita harus meminta maaf apapun yang
    2. Permohonan maaf dapat disampaikan tanpa harus mengakui kesalahan, karena seringkali terjadi kesalahan justru ada pada pasien/keluarga yang belum memahami peraturan.
    3. Misalnya, “Saya mohon maaf atas kesalah pahaman ini,”, “Saya mohon maaf atas kesulitan yang telah Ibu alami,”.
  2. Perlihatkan empati.
    1. Simpati: Berhenti pada rasa kasihan. “Saya simpati dengan korban bencana”
    2. Empati: Memahami masalah pasien/keluarga dan berusaha melakukan sesuatu untuk
    3. Pahami persepsi pasien dan tempatkan diri pada posisi pasien.
  3. Yang Tidak Boleh Dilakukan:
    1. Jangan berdebat.

Ingat bahwa saat ini kita masih dalam proses meredakan kemarahan pasien/Keluarga.  Kesempatan untuk menjelaskan fakta dan kebenaran akan datang setelah  pasien reda dan menjadi lebih logis dan rasional.

  1. Jangan bertanya “Kenapa?”.
    1. “Kenapa Ibu tidak datang lebih pagi?”
    2. “Kenapa kartu pasien Ibu bisa hilang?”
    3. Pertanyaan seperti itu cenderung meningkatkan kemarahan pasien karena  mereka merasa disalahkan.
  2. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan atau mematuhi persepsi kita. Ingat-ingat konsep Dua Belas Tabu
    1. Menyalahkan Pasien/keluarga. “Jangan marah-marah dulu dong Bu, Ibu sendiri kan yang datang terlambat,”
    2. Sarkastik (sinis). “Bisa saja hal ini kita lakukan, tapi biayanya cukup besar lho Pak,”
    3. Menjelekkan pihak lain. “Iya, memang perawat itu orangnya judes,”
    4. Memotong pembicaraan pasien/keluarga.
    5. Memberikan isyarat non-verbal yang berlawanan dengan perkataan (verbal). “Ya, saya kan membantu semaksimal mungkin,” dengan ekspresi datar atau jemu.
    6. Melempar ke pihak lain. “Wah itu urusan bagian billing Bu.”.
    7. Menggunakan kata-kata klise. “Ini peraturan bakunya,”. Rumah Sakit lain pasti lebih sulit,”
    8. Hindari humor. Humor bisa dilakukan nanti saat masalah sudah selesai dan emosi pasien sudah sepenuhnya reda.
    9. Minta dikasihani. “Mohon maklum Bu, saya sedang ada masalah keluarga,”. “Kalau atasan saya tahu, saya bisa kehilangan pekerjaan,”
    10. Pukul rata masalah dan menganggap complain tersebut adalah hal biasa. Pasien akan merasa heran karena perusahaan mengambil langkah untuk memperbaiki masalah yang sudah biasa ini.
    11. Mencari-cari kesalahan pasien. “Ya memang kami lalai begini, tapi kan Bapak juga nggak lapor dulu,”
    12. Memakai istilah teknis yang tidak dimengerti orang awam.
  3. Memecahkan Permasalahan
    • Identifikasi
  1. Tentukan Pokok Permasalahan, coba dapatkan detilnya untuk membantu mengetahui permasalahan yang sebenarnya. Cara yang paling efektif adalah dengan bertanya langsung. “Jam berapa appointment yang Ibu buat?”, “Berapa  nomor antrian yang Ibu dapatkan?”
  2. Pada akhir pembicaraan seharusnya sudah ada jawaban atas tiga pertanyaan berikut:
    1. Apa yang terjadi sehingga pasien marah?
    2. Perlakuan apa yang diterima pasien?
    3. Apa yang pasien inginkan?
  • Akses

Pada tahap ini kita sudah memahami permasalahan pasien dan sudah  bisa membayangkan bagaimana pemecahannya. Yang perlu dipertimbangkan adalah:

  1. Pengaruh munculnya masalah ini pada orang banyak dan pada Rumah Sakit.
  2. Resiko cost: biaya, waktu dan tenaga
  3. Ketidaknyamanan pasien
  • Negosiasi

Lakukan komunikasi dengan pasien  tentang hal-hal yang mungkin bisa disepakati antara pihak rumah sakit dan pasien yang menjadi permasalahan atau yang dikomplain

  • Aksi

Proses ini berdasar pada APA dan KAPAN.

Pasien harus tahu apa yang akan terjadi pada keluhan mereka setelah mereka menyampaikan keluhannya, dan kapan hal itu akan dilaksanakan tentukan jangka waktu yang realistis, lebih baik kita mempunyai banyak waktu dalam merealisasikan janji kita. Bila ternyata sampai pada    deadlinenya janji belum bisa terealisasi, segera hubungi pasien dan jelaskan permasalahannya

  1. PROSEDUR KOMPLAIN

Keluhan / pengaduan pasien (keluarganya) umumnya diterima lebih dahulu oleh pihak yang berhubungan dengan pasien seperti ruang rawat inap, poliklinik, IGD, informasi dan lain-lain dan baru diteruskan kebagian tim manajemen mutu.

  1. Jika keluhan disampaikan pasien secara  Langsung,  maka terima pasien dengan baik, tanyakan identitas, maksud dan tujuannya  terlebih dahulu serta persilakan duduk di ruang tunggu kemudian beritahukan hal tersebut kepada Bagian manajemen mutu agar dapat segera ditangani.
  2. Jika keluhan disampaikan pasien melalui telepon, maka terima telepon dari pasien dengan baik tanyakan identitas, maksud dan tujuannya terlebih dahulu dan informasikan keluhan tersebut kepada Bagian tim manajemen mutu agar dapat segera ditangani.
  3. Jika keluhan disampaikan Pasien melalui surat, terima surat dari pasien dan teruskan surat tersebut sesuai dengan tujuannya ke Bagian tim manajemen mutu RSUD Kuala Kurun .
  4. Jika keluhan pasien melalui kotak saran. Kotak saran harus terkunci dan hanya dapat dibuka oleh petugas yang berwenang (bagian tim manajemen mutu). Setiap hasil kotak saran dikumpulkan dan diseleksi oleh bagian Humas. Kotak saran dibuka 1 minggu 2 kali oleh anggota bagian manajemen mutu.
  5. Inventarisasi permasalahannya yang disampaikan pasien kedalam beberapa klasifikasi keluhan sebagai berikut :
  • Keluhan yang disebabkan oleh proses operasional (Kualitas produk, pendaftaran Pasien).
  • Keluhan yang disebabkan oleh proses pelayanan (Time delivery, administrasi dan umum)
  • Keluhan Lain-lain.

Tim manajemen mutu mencatat setiap keluhan pasien kedalam buku registrasi keluhan pasien, untuk ditemukan solusinya. Apabila pasien     telah    mempunyai  formulir klaim  tersendiri   maka   pencatatan  kedalam   form diatas tidak   diperlukan.

  1. Tanda tangani formulir tersebut sebagai tanda bahwa keluhan telah diterima dan akan diproses lebih lanjut.
  2. Serahkan Formulir Penanganan Keluhan yang dilampirkan bersama-sama dengan berkas dokumen pendukungnya kepada Bagian manajemen mutu RSUD Kuala Kurun agar dapat dilakukan dan ditindak lanjuti.
  3. Menerima Laporan dari unit pelayanan Pasien berikut dengan   berkas   pendukungnya    serta    memeriksa    dan mengindentifikasi   pokok   permasalahannya.
  4. Mendistribusikan permasalahan tersebut kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan alternatif solusi.
  5. Memberikan alternatif solusi yang dianggap tepat sesuai dengan permasalahan yang ada kepada Bagian tim manajemen mutu RSUD Kuala Kurun.
  6. Memutuskan solusi terbaik yang dapat ditempuh dan menyerahkan kepada pimpinan  Rumah Sakit untuk diperiksa
  7. Menerima dan memeriksa laporan penanganan keluhan serta melakukan analisa permasalahan yang ada.
  8. Jika solusi tersebut sudah cukup memadai, Bagian Tim manajemen mutu RSUD Kuala Kurun langsung memberikan tanda tangan sebagai bukti bahwa formulir tersebut telah diperiksa dan menyatakan sebagai keputusan terbaik dan menyerahkan kepada pimpinan Rumah Sakit.
  9. Meneruskan masalah tersebut kepada tim manjemen mutu untuk mendapatkan keputusan penyelesaiannya disertai tanda tangan sebagai keputusan final atas penyelesaian komplain
  10. Menjalankan penyelesaian masalah sesuai dengan keputusan yang telah diambil, serta   menyerahkan   jawaban     tertulis mengenai penanganan keluhan kepada pasien terkait untuk mendapatkan umpan balik.
  11. Mendapatkan  umpan   balik dari  Pasien   terkait   mengenai tindakan penyelesaian masalah tersebut, sebagai alat mencegah terjadinya masalah yang sama dan sebagai bahan masukan untuk perbaikan kinerja Rumah sakit secara lebih lanjut.

Semoga bermanfaat sebagai acuaan kita dalam melayani Pasien di RSUD Kuala Kurun ,Mohon maaf apabila ada kekukurangan dalam penulisan ini…

PERAN PERAWAT RSUD KUALA KURUN DALAM MELAYANI MASYARAKAT

RSUD Kuala Kurun – Peran seorang perawat sangat besar dalam membantu orang-orang yang tengah dirawat dan didalam manajemen pun perawat juga membantu.   Menjadi seorang perawat memang tidak mudah. Sabar, adalah hal mutlak yang harus Anda punya dan akan benar-benar diuji. Memang, tidak semua orang mampu menghadapi banyak klien yang berbeda-beda karakter.

Perawat    juga harus punya jiwa ramah, sesuai budaya lokal . Karena perawat merupakan orang yang juga berperan penting dalam kesembuhan klien.

Setiap perawat harus jadi panutan banyak orang. Tugasnya sangat mulia, apalagi harus mengedukasi masyarakat harus tetap hidup sehat. Tugas seorang perawat tidak hanya menyuntik, mengganti infus Klien, memberikan obat atau mencatat riwayat penyakit Klien.

tugas perawat punya banyak tantangan dalam bekerja, perawat tidak hanya sebagai patner  dokter atau tenaga ahli lainnya, tapi kaitannya langsung dengan klien yang sakit. Perawat seorang tenaga keperawatan yang membantu orang agar tetap sehat. Karena setiap harinya mereka mau melayani klien sakit dalam situasi apapun

seorang perawat bertugas siang-malam siaga membantu pasien yang bermalam di rumah sakit. Kesabarannya dalam membantu pasien tidaklah sedikit, apalagi saat menghadapi pasien yang merepotkan dirinya.

Oleh karena itu, tugas seorang perawat harus diapresiasi sebaik mungkin dan perawat dalam menjalankan tugasnya harus memiliki rasa peduli dan cinta kasih untuk melayani Klien. Perawat harus bekerja melayani Klien dan keluarga serta memberi dukungan yang baik.

Kasie Keperawatan RSUD Kuala Kurun Bapak RAHMAT TAMBUN, SKM, juga menyampaikan “Perawat jadi tulang punggung terdepan di rumah sakit, karena melayani klien, keluarga yang sakit agar menjadi sehat kembali sesuai dengan komitmen bersama melayani dengan sepenuh hati,”

Tugas perawat paling dominan dalam pelayanan dan pendampingan utama profesi dokter. Mereka juga harus membantu tenaga ahli lainnya atau menggantikan sementara saat kondisi darurat.

Karenanya, perawat harus menguasai ilmu keperawatan  sebelum menjadi tenaga kesehatan profesional ungkap beliau.

Sosialisasi Evaluasi Pelaksanaan Sistem Shift Absensi Elektronik RSUD Kuala Kurun

RSUD Kuala Kurun – Perkembangan zaman semakin maju sehingga berdampak juga pada canggihnya teknologi. Sistem yang dahulunya masih manual kini menjadi elektronik seperti pengelolaan sumber daya manusia di RSUD Kuala Kurun telah berubah menjadi sistem absensi elektronik. Adanya sistem absensi elektronik diharapakan mampu meningkatkan disiplin pegawai RSUD Kuala Kurun. Dampak dari penerapan absensi elektronik ini yaitu RSUD Kuala Kurun menjadi kondusif dan siap untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat dengan lebih baik sesuai dengan Motto “Rumah Sakit Berkualitas Disemua Lini Pelayanan”.

Kegiatan Survei Akreditasi Hari Kedua, bersama Wakil Bupati Gunung Mas mewakili Pemerintah Kab Gunung Mas sebagai pemilik RS dalam rangka Rencana Strategis Pengembangan RSUD Kuala Kurun kedepan.

Kegiatan Survei Akreditasi Hari Kedua, bersama Wakil Bupati Gunung Mas mewakili Pemerintah Kab Gunung Mas sebagai Pemilik RS dalam rangka Rencana Strategis Pengembangan RSUD Kuala Kurun kedepan, bersama Surveior, Direktur, Kasubbag Tata Usaha, Kasie Keperawatan, Kasie Pelayanan Medik dan Penunjang Medik, perwakilan Dokter dan Perencanaan dan hasil survei hari pertama untuk peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien serta Tata Kelola Rumah Sakit.

Acara Penyambutan dan Pembukaan Survei Akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun, tanggal 18 s.d 20 September 2019

Acara Penyambutan dan Pembukaan kegiatan Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas, Perwakilan Anggota DPRD Kab. Gunung Mas dan Seluruh undangan yang hadir serta seluruh pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun pada tanggal 18 September 2019.

Tim Surveior Akreditasi di Rumah Sakit Umum Daerah Kuala Kurun :

  1. dr. ELFIRA, MARS
  2. JOKO PRANANTO, S.Kep, Ners, M.Kes
  3. dr. SRI KUSUMO AMDANI, SpA. (K), Msc

Kegiatan persiapan Akreditasi RSUD Kuala Kurun

Kegiatan Pegawai Rumah Sakit dalam rangka persiapan Akreditasi RSUD Kuala Kurun, gotong royong perbaikan fasilitas, membersihkan lingkungan RS, memperbaiki sarana dan prasarana dengan semangat melayani dengan Hati, sesuai dengan Motto Rumah Sakit “Kesembuhan dan Kepuasan Anda Adalah Tujuan Kami”.